Tapanuli Selatan, MR – Akses Jalan Tarutung-Sibolga, salah satu jalur utama di wilayah Tapanuli Utara, terus menunjukkan progres signifikan. Sejumlah titik yang sebelumnya tertutup material longsor dalam jumlah besar, kini sudah bisa dilalui.
Pemerintah Taput Berupaya membuka kembali jalur utama Tarutung–Sibolga di Kabupaten Tapanuli Utara terus menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah titik yang sebelumnya tertimbun material longsor kini mulai bisa dilalui setelah alat berat dan petugas gabungan bekerja tanpa henti.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa akses kendaraan sudah dapat mencapai Km 36–38, tepatnya di Dusun III Pancur Goti, Desa Pagaran Lambung I Parsikaman, Kecamatan Adiankoting.
“Beberapa titik yang sebelumnya benar-benar tertutup kini mulai terbuka. Tim di lapangan terus bekerja sejak hari pertama bencana untuk membuka jalur secepat mungkin,” ujarnya, hari ini jumat (5/12/2025),
Selain Selain itu Pemkab Taput Fokus pada pembukaan jalan, personel gabungan juga turut membantu warga membersihkan rumah yang dipenuhi lumpur dan material longsor. Dengan sekop, cangkul dan alat bantu lainnya, warga bersama petugas bergotong-royong memulihkan kondisi permukiman agar kembali aman dan layak huni.
Ferry menegaskan bahwa pemulihan akses Tarutung–Sibolga menjadi prioritas karena jalur tersebut merupakan urat nadi mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi bantuan bagi warga terdampak.
“Kami berkomitmen melakukan percepatan. Membuka kembali jalur ini bukan hanya soal transportasi, tetapi memastikan bantuan bisa segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, personel kepolisian tetap disiagakan di titik-titik rawan untuk mengantisipasi longsor susulan. Dengan kemajuan yang terlihat hari ini, masyarakat semakin optimis aktivitas dapat kembali normal.
Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walpon Baringbing, mengungkapkan bahwa medan yang ekstrem membuat sebagian lokasi harus dibersihkan secara semi-manual. Saat ini proses penanganan material longsor sudah mencapai Km 39.
“Dari Km 39 menuju perbatasan Kabupaten Tapanuli Tengah atau Sibolga tinggal sekitar empat kilometer lagi,” jelasnya.
Upaya pembersihanj dipastikan akan terus berlanjut hingga seluruh jalur benar-benar aman dan kembali dapat digunakan secara normal oleh masyarakat. (A.karo karo)
